Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Networking. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Juli 2010

Remote Desktop Ubuntu 10.04 dari Windows XP

Remote Desktop Ubuntu 10.04

Langkah 1 : Tambahkan Source Repository FreeNX


tux@afr:~$ sudo vim /etc/apt/sorces.list
tambahkan script di bawah ini, kemudian simpan dan keluar dari editor

# FreeNX Repository for Remote Desktop Ubuntu
deb http://ppa.launchpad.net/marceloshima/ubuntu hardy main
deb-src http://ppa.launchpad.net/marceloshima/ubuntu hardy main
deb http://ppa.launchpad.net/freenx-team/ubuntu hardy maindeb-src http://ppa.launchpad.net/freenx-team/ubuntu hardy main

Langkah 2 : Penginstalan packet FreeNX pada Ubuntu

tux@afr:~$ sudo apt-get update
tux@afr:~$ sudo apt-get install expect openssh-server nxlibs nxagent nxproxy freenx-server

Langkah 3 : Konfigurasi pada PC Windows

Istallah software pendukung di Windows, Download disini.
Lakukan konfigurasi pada program,

Remote Desktop Ubuntu 10.04

Isi session dengan nama yang kita kehendaki, pada Host isilah dengan IP PC Ubuntu , untuk port biarkan default aja.

Remote Desktop Ubuntu 10.04

Karena Ubuntu menggunakan Desktop GNOME maka pada konfigurasi tersebut pilihlah GNOME, untuk size screen pilih Available Area biar si PC menyesuaikan sendiri.

Remote Desktop Ubuntu 10.04Loginlah dengan nama User dan Password yang ada di Ubuntu.
Remote Desktop Ubuntu 10.04

Blaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, selesai sudah.

Remote Desktop Ubuntu 10.04

Tambahan :

Jika kita saat login dari windows tidak ingin menggunakan user dari linux maka perlu ada penambahan user tersendiri untuk NX di ubuntu, caranya :
tux@afr:~$ sudo /usr/bin/nxserver --useradd < username > --system --administrator


Semoga Bermanfaat.



Minggu, 20 Juni 2010

Pengelolaan Sistem Jaringan Wireless

Jaringan tanpa kabel (wireless LAN) saat ini semakin banyak digunakan oleh perusahaan dalam mendukung proses bisnis perusahaan tersebut. Meningkatnya jumlah penerapan teknologi jaringan wireless LAN tersebut tidak terlepas dari banyaknya keunggulan yang di tawarkan oleh teknologi ini. Kelebihannya diantaranya fleksibilitas yang ditawarkan, karena untuk menerapkan teknologi wireless LAN tidak terkendala masalah topologi/ kondisi tempat. Teknologi ini dapat diterapkan di mana saja dengan jangkauan sinyal yang cukup baik tergantung kualitas perangkat wireless LAN yang digunakan. Seiring dengan banyaknya pengguna dari teknologi jaringan berbasis tanpa kabel ini, maka semakin banyak pula pihak-pihak yang mencoba untuk melakukan “kejahatan” terhadap jaringan ini. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perangkat lunak/ tool yang diciptakan untuk melakukan serangan terhadap jaringan wireless baik itu jenis serangan aktif maupun jenis serangan pasif. Perangkat lunak seperti ini biasanya di distribusikan melalui internet secara gratis dan ada juga beberapa yang berbayar. Sehingga diperlukan sebuah metode pengamanan yang tepat untuk mengatasi permasalahan keamanan untuk jaringan wireless LAN.

Jaringan wireless sangat rentan terhadap serangan, hal ini disebabkan karena jaringan dengan teknologi ini tidak dapat dibatasi oleh sebuah gedung seperti yang ada di jaringan berbasis kabel yang terlindungi oleh tembok didalam sebuah gedung dimana jaringan berbasis kabel tersebut terpasang. Sinyal frekuensi radio yang digunakan oleh jaringan wireless dalam melakukan proses transmisi data didalam jaringan tersebut dapat saja dengan mudah di terima/ di tangkap oleh pengguna komputer lain selain pengguna jaringan wireless tersebut hanya dengan menggunakan kartu jaringan wireless yang kompatibel/ cocok dengan jaringan wireless tersebut yang terpasang pada komputer pengguna komputer tersebut. Celah keamanan pada jaringan wireless dapat dibagi kedalam 2 (dua) jenis serangan, yaitu: serangan pasif (passive attack) dan serangan aktif (active attack).
Serangan pasif adalah jenis serangan yang sesungguhnya tidak membahayakan terhadap sebuah sistem jaringan. Jenis serangan ini tidak menyebabkan hilangnya sumber daya dalam sebuah jaringan maupun menyebabkan kerusakan terhadap sebuah sistem jaringan yang di serang menggunakan jenis serangan ini. Sumber daya yang terdapat dalam sistem jaringan diantaranya berupa data, bandwidth jaringan, printer, memori dalam sebuah komputer, unit pengolah (prosesor) dan masih banyak lagi. Intinya jenis serangan ini hanya melakukan pengamatan terhadap semua sumber daya yang terdapat dalam sebuah sistem jaringan komputer.